Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh telah menetapkan program 100 hari kerja. Sesuai arahan Presiden dan kontrak kerja, serta mengacu pada program kerja tahun 2009 – 2010 sasaran program ini adalah pada program yang berdampak besar dan dapat diselesaikan dengan segera. Program pertama adalah menyediakan internet secara massal di sekolah. Pada bulan Januari 2010 ditarget ada 17.500 sekolah harus tersambung internet. Dan ternyata hasilnya telah melebihi dari yang ditargetkan. Tentu saja hal ini merupakan terobosan yang sejak dulu ditunggu-tunggu untuk mengatasi kesenjangaan informasi antara sekolah-sekolah yang ada di daerah dan kota. Banyak manfaat yang bisa didapatkan jika internet telah hadir di sekolah-sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Namun, program itu perlu diikuti dengan sub program pendukung agar tepat sasaran terutama terkait dengan kesinambungannya serta antisipasi efek negatif dari internet. Untuk itu, ada beberapa usulan mengenai sub program pendukung, yaitu :
1. Pendampingan terhadap guru dan staf terkait untuk penyediaan infrastruktur internet yang sesuai dengan Quality of Service (QOS).
Infrastruktur internet yang sesuai Quality of Standardization (QOS) meliputi hardware, software dan jaringan. Sehingga seluruh sekolah mempunyai standar infrastruktur yang sama.
2. Pelatihan terhadap guru dan staf yang terkait agar dapat menggunakan internet untuk peningkatan kualitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Pelatihan ini ditujukan kepada sekolah-sekolah yang para guru dan staf terkait belum memiliki kemampuan menggunakan internet. Guru-guru yang dilatih tidak hanya guru teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melainkan seluruh guru bidang studi termasuk jajaran kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Pelatihan ditujukan kepada seluruh guru bidang studi dimaksudkan agar para para guru tersebut dapat memanfaatkan internet untuk mendukung kegiatan belaja-mengajar di bidang studinya masing-masing, mosalnya, mencari referensi mengajar dari internet, mencari referensi soal-soal dari internet, mencari informasi seputar pengembangan kompetensi bidang studi dari internet, dan lain-lain. Kepada kepala sekolah dan wakil-wakilnya diharapkan pelatihan ini dapat membantu untuk dapat mengakses informasi yang terkait dengan manajemen sekolah dari internet. Apabila Kepala Sekolah dan wakil-wakilnya dapat mencari informasi dan referensi yang begitu banyak dari internet termasuk perkembangan sekolah lain diharapkan mampu meningkatkan kualitas manajemen sekolah masing-masing.
3. Pelatihan terhadap guru dan staf yang terkait agar dapat menggunakan aplikasi pendukung internet dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Aplikasi pendukung ini bisa bermacam-macam, salah satu contohnya adalah penggunaan blog. Para guru bisa membuat blog untuk membagi materi pembelajarannya. Dan murid bisa mengakses materi belajar kapan saja. Dan jika ada hal-hal yang kurang dipahami bisa ditanyakan melalui blog guru tersebut. Dan selanjutnya Guru bisa menjawab melalui blog itu juga, dan memungkinkan dibaca oleh seluruh murid-muridnya. Hal-hal seperti ini tentu sangat membantu proses belajar-mengajar di sekolah.
4. Pelatihan terhadap staf terkait mengenai maintenance dan troubleshooting infrastruktur internet untuk kesinambungan internet di sekolah.
Maintenance dan troubleshooting ini menjadi sangat penting, karena setelah infrastruktur internet diimplementasikan, pasti mengalami gangguan. Dan apabila gangguan ini tidak diantisipasi dan ditangani dengan baik maka akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar yang menggunakan internet. Hal ini juga terkait dengan upaya agar kesinambungan pemakaian internet dapat terjaga dengan baik.
5. Pelatihan dan Pendampingan terhadap pemakaian internet di sekolah untuk mencegah efek negatif internet seperti pornografi, dll.
Di internet memang terdapat segala macam informasi yang jika tidak difilter oleh pihak sekolah akan membawa dampak negatif. Misalnya, banyaknya informasi mengenai pornografi di internet tentu harus difilter oleh pihak sekolah. Proses filtering ini tidak hanya cukup dengan himbauan secara lisan dan tulisan melainkan juga diperlukan instalasi apilkasi-aplikasi filtering hal-hal yang berbau pornografi di internet. Sehingga mencegah murid-murid untuk dapat mengakses informasi yang berbau pornografi.
6. Pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan aplikasi e-learning untuk peningkatan kualitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. E-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Tentu semua ini menjadi sangat membantu kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
7. Pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan dan mengakses perpustakaan online untuk mengatasi keterbatasan referensi belajar di perpustakaan sekolah.
Tidak semua sekolah memiliki perpustakaan yang representatif termasuk koleksi buku dan referensi-referensi yang ada didalamnya. Hal ini karena memang menyangkut pendanaan. Namun dengan fasilitas internet, hal ini bisa diatasi. Yakni dengan mengakses perpustakaan online yang dimiliki oleh sekolah lain atau universitas atau lembaga lainnya. Sehingga kesulitan referensi belajar sudah tidak menjadi kendala lagi. Pada tahap awal mungkin perlu dilatih untuk mengakses perpustakaan online, namun pada tahap selanjutnya tiap-tiap sekolah diharapkan dapat mengembangkan perpustakaan online.

Advertisements